Selasa, 01 Maret 2011

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan bermasyarakat sangat erat kaitanya dengan unsur pembentuk masyarakat itu sendiri yaitu manusia. Masyarakat adalah sekelompok orang atau individu yang menempati suatu wilayah dan secara sadar membentuk sistem masyarakat yang terdiri dari budaya, bahasa, dan aturan-aturan lainnya yang di sepakati bersama.
Kehidupan manusia terus berkembang dan tidak akan pernah berhenti. Manusia sebagai mahluk hidup terus mengalami perubahan-perubahan baik dalam kehidupan sosial, budaya maupun teknologi. Segala sesuatu yang terjadi di alampun tak lepas dari peran manusia.
Manusia adalah mahluk ciptaan tuhan dengan kelebihan yang dimilikinya. Tuhan menciptakan manusia menjadi khalifah di dunia ini khususnya memimpin dirinya sendiri. Manusia adalahmakhluk sosial yang tunduk pada hal-hal yang berada di luar dirinya, baik itu nilai, norma, dan hukum. Di sisi lain manusia sebagai makhluk individu adalah perpaduan antara aspek-aspek yang tidak dapat dipisahkan baik itu aspek jasmani dan rohani, aspek pembawaan genotif dan aspek penotif.
Di dalam makalah ini akan diterangkan mengenai manusia sebagai mahluk individu. Penyaji harapkan materi yang ada di dalam makalah ini akan memberikan pengetahuan yang luas kepada para pembaca sehingga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.






B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini masalah- masalah yang akan dibahas dari penyaji, yaitu
1. Apa yang dimaksud dengan manusia sebagai mahluk individu?
2. Bagaimana pengembangan dan pertumbuhan manusia sebagai mahluk individu?
3. Faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan individu?
4. Bagaimana tahap perkembangan individu berdasarkan pandangan psikologi?

C. Tujuan
Dalam penyusunan makalah ini terdapat beberapa tujuan diantaranya yaitu
1. Mengetahui pengertian manusia sebagia mahluk individu
2. Mengetahui perkembangan dan pertumbuhan individu
3. Mengetahui faktor pertumbuhan individu
4. Mengetahui tahapan perkembangan individu dalam pandangan psikologi

D. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini menggunakan metode kualitatif, kepustakaan dan deskriptif. Metode kualitatif adalah suatu metode yang dalam penyusunan makalah dengan cara mengumpulkan data- data yang dapat membantu dalam penyelesaian masalah tersebut. Metode kepustakaan adalah suatu metode yang dalam penyusunan makalah dengan cara mengumpulkan data- data dari buku- buku yang berasal dari perpustakaan atau buku sumber sendiri. Metode deskriptif adalah suatu metode yang dalam penyusunan makalah menggunakan konsep penggambaran data- data yang telah ada.























BAB II
PEMBAHASAN

1. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
Karakteristik yang khas dari seseorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang.

2. Perkembangan dan Pertumbuhan Manusia Sebagai Mahluk Individu
Sebagai makhluk individu yang menjadi satuan terkecil dalam suatu organisasi atau kelompok, manusia harus memiliki kesadaran diri yang dimulai dari kesadaran pribadi di antara segala kesadaran terhadap segala sesuatu. Kesadaran diri tersebut meliputi kesadaran diri di antara realita, self-respect, self-narcisme, egoisme, martabat kepribadian, perbedaan dan persamaan dengan pribadi lain, khususnya kesadaran akan potensi-potensi pribadi yang menjadi dasar bagi self-realisation.
Sebagai makhluk individu, manusia memerlukan pola tingkah laku yang bukan merupakan tindakan instingtif belaka. Manusia yang biasa dikenal dengan Homo sapiens memiliki akal pikiran yang dapat digunakan untuk berpikir dan berlaku bijaksana. Dengan akal tersebut, manusia dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam dirinya seperti, karya, cipta, dan karsa. Dengan pengembangan potensi-potensi yang ada, manusia mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia seutuhnya yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
Perkembangan manusia secara perorangan pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau bahakan belasan tahun untuk menjadi dewasa. Upaya pendidikan dalam menjadikan manusia semakin berkembang. Perkembangan keindividualan memungkinkan seseorang untuk mengmbangkan setiap potensi yang ada pada dirinya secara optimal.
Sebagai makhluk individu manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri
Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai ciri-ciri khas tersendiri. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensasi maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.

3. Faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan manusia
• Pendirian Nativistik. Para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir
• Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
• Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

4. Tahapan Pertumbuhan Manusia Sebagai Mahluk Individu (berdasarkan pandangan psikologi)
Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
• Masa vital yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun.
• Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
• Masa intelektual dari kira-kria 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun
• Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun





























BAB III
PENUTUP


A. KESIMPULAN
Dari uraian diatas, kami sebagai penyusun dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.
2. Perkembangan manusia secara perorangan pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau bahakan belasan tahun untuk menjadi dewasa. Upaya pendidikan dalam menjadikan manusia semakin berkembang. Perkembangan keindividualan memungkinkan seseorang untuk mengmbangkan setiap potensi yang ada pada dirinya secara optimal.
3. Faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan manusia sebagai mahluk individu diantaranya yaitu, nativisme, empirisme, dan konvergensi.
4. Manusia sebagai mahluk individu memiliki tahapan- tahapan perkembangan psikologi.

B. SARAN
Manusia sebagai mahluk individu yang memiliki potensi berfikir. Dengan potensi yang dimilikinya itu sebaiknya manusia yang berperan sebagai satu individu dapat memaksimalkan segala kemampuannya untuk kemaslahatan dirinya sendiri dan untuk masyarakat luas lainnya.







DAFTAR PUSTAKA

http://apadefinisinya.blogspot.com/2009/01/manusia-sebagai-makhluk-individu-dan.html

http://www.scribd.com/doc/32753113/Manusia-Sebagai-Makhluk-Individu-Dan-Makhluk-Sosial

http://guruit07.blogspot.com/2009/01/pengembangan-manusia-sebagai-makhluk.html
http://yogieadiputra.wordpress.com/2010/10/30/manusia-sebagai-makhluk-individu-dan-sosial/
http://sosial-budaya.blogspot.com/2009/05/manusia-sebagai-makhluk-individu.htm

http://www.kadnet.info/web/index.php?option=com_content&view=article&id=1987:pengembangan-manusia-sebagai-makhluk-individu-sosial-susila-dan-religius&catid=51:supplement&Itemid=65

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar